Friday, April 19, 2013

PENGERTIAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM.


PENGERTIAN ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM.
Diantaranya adalah :
-          Pengembangan sistem.
-          Tahap investigasi.
-          Tahap analisis.
-          Tahap perancangan / desain.
-          Tahap implementasi.

A. Pengertian analisis dan perancangan sistem

Analisis adalah suatu kegiatan dalam mempelajari serta mengevaluasi suatu bentuk permasalahan atau kasus yang terjadi.
Perancangan adalah suatu kegiatan membuat desain teknis berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan pada kegiatan analisis.
Sistem adalah seperangkat elemen-elemen yang terdiri atas manusia, mesin atau alat dan prosedur serta konsep-konsep yang dihimpun menjadi satu guna mencapai tujuan bersama.
Aspek-aspek sistem komputerisasi
Software/perangkat lunak.
Hardware/perangkat keras.
Brainware/personil.
Disiplin baru.
Dukungan manajemen.
Brainware adalah sekelompok orang/tenaga operasional yang menjalankan sistem komputerisasi.
Aspek-aspek sistem komputerisasii

Karir-karir di bidang komputerisasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian :
-          Edp manager.
-          Analis sistem.
-          Programmer.
-          Operator komputer.
-          Data entry komputer.
-          Teknisi komputer.

B. Pengembangan sistem
v  Berbagai permasalahan-permasalahan berupa :
v  Ketidakberesan.
v  Sistem tidak dapat beroperasi
v  Sebagaimana mestinya karena :
v  Kecurangan-kecurangan yang Disengaja.
v  Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja.
v  Tidak efisiennya operasi sistem.
v  Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen.
B. Pertumbuhan organisasi.
Menyebabkan perlu adanya sistem
Baru,karena :
1.kebutuhan informasi yang semakin luas.
Volume transaksi semakin meningkat.
Adanya perubahan prinsi-prinsip akuntansi.

2. Guna meraih kesempatan-kesempatan.
Organisasi harus mengikuti teknologi informasi yang terus berkembang pesat agar dapat meraih :
Peluang-peluang besar.
Meningkatkan pelayanan.
3. Adanya instruksi-instruksi.
Sistem informasi yang baru dapat
Dibuat karena :
Instruksi dari pimpinan.
Peraturan pemerintah.

Petunjuk-petunjuk yang
Menyebabkan perlunya sebuah
Sistem dikembangkan :
Keluhan dari pelanggan.
Pengiriman barang yang sering tertunda.
Pembayaran gaji yang sering terlambat.
Laporan yang tidak tepat waktu dan tidak akurat.
Waktu kerja yang berlebihan.
Target yang diinginkan dalam
Sistem baru :
Kinerja meningkat.
Informasi semakin berkualitas dan tepat waktu.
Ekonomis.
Pengendalian meningkat.
Efisiensi meningkat.
Pelayanan meningkat.
Prinsip-prinsip yang harus
Dipegang dalam pengembangan
Sistem :
Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Sistem yang dikembangkan membutuhkan orang-orang yang terdidik.
Tahapan kerja harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
Proses pengembangan  sistem tidaklah harus urut.
Janganlah takut membatalkan proyek bila membuang dana secara percuma.
Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
4 fase daur hidup sistem :
A.Tahap investigasi/penyelidikan.
Tujuannya adalah untuk melihat dan mengevaluasi permintaan suatu pengembangan sistem itu benar ada atau tidak.
B. Pengembangan sistem
Kesimpulan tahap investigasi :
Merupakan awal dari usaha pengembangan sistem untuk dilanjutkan kepada tahap berikutnya.
Menyempurnakan sistem yang telah ada/berjalan melalui suatu proyek pengembangan sistem informasi.
C. Menghasilkan suatu laporan studi kelayakan yang di dalamnya berisi rekomendasi, apakah sistem tersebut dapat dikembangkan serta diimplementasikan yanag di dalamnya membahas tentang :
Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari sistem yang akan dikembangkan tersebut .
Sumber daya (biaya, waktu dan tenaga kerja) yang diperlukan untuk mengembangkan sistem tersebut.

Kegiatan yang dilakukan pada tahap investigasi :
A.Studi awal.
Tujuannya adalah untuk
Memahami kebutuhan-kebutuhan
Pemakai sistem serta melihat dan
Mengevaluasi permintaan suatu
Pengembangan sistem.
Studi awal dilakukan untuk mengetahui :
Kebutuhan-kebutuhan sistem baru/usulan.
Memperbaiki sistem lama/berjalan.
Memaksimalkan sumber-sumber daya yang telah dimiliki.
Kegiatan yang dilakukan pada
Studi awal antara lain :
1.Mendefinisikan batasan, tujuan dan pokok masalah yang dialami oleh pemakai sistem.
2.Mempelajari struktur dan fungsi-fungsi organisasi yang terkait dengan permasalahan yang terjadi.
3.Menentukan prioritas penanganan dari kebutuhan pemakai sistem.
4.Menghitung perkiraan biaya dan keuntungan.
5.Menjelaskan prosedur sistem lama/berjalan.
6.Mengklasifikasikan permintaan pengembangan sistem.
7.Membuat alternatif pemecahan masalah.

Produk akhir kegiatan studi awal
Ini, berupa laporan rekomendasi
Atau proposal yang berisi :
Permintaan awal pengembangan sistem telah ditanggapi dan diproses kemudian personil yang menangani permintaan tersebut dapat membuat rekomendasi awal tentang kemungkinan tindak lanjutnya.
Pernyataan ringkas/singkat dan jelas dari tujuan yang mendasari permintaan pengembangan sistem serta kebutuhan-kebutuhan dari sistem baru guna mencapai sasaran yang diinginkan.
Bentuk-bentuk output yang diinginkan pemakai sistem serta sumber data input apa saja yang digunakan.
Gambaran yang jelas dari prosedur sistem lama/berjalan, yang berhubungan dengan sistem baru/usulan yang akan digunakan.
Bentuk permasalahan yang ditemukan pada studi awal yang menyangkut segi operasional maupun kebijaksanaan manajemen.
Perkiraan biaya, waktu, tenaga kerja dan keuntungan yang akan diperoleh.
Kerangka dari laporan studi awal
Ini terdiri atas :
1.Bagian judul berisi pelaksana, waktu pelaksana dan pemberi rekomendasi.
2.Bagian daftar isi berisi pendahuluan, maksud dam tujuan, rancangan sistem, lingkup pekerjaan dan rencana kerja.
3.Bagian isi berisi gambaran masalah yang terjadi, tujuan dan lingkup permasalahan, sumber daya yang diperlukan, kendala yang dihadapi, jadwal kerja dan struktur organisasi pengembangan sistem
B. Studi kelayakan.
Tujuannya adalah untuk menentukan
Ruang lingkup, perkiraan biaya dan
Sumber daya lainnya guna mendukung
Proyek sistem yang diusulkan dan
Merekomendasikan suatu keputusan
Serta menyertakan saran-saran di
Dalam laporan pengembangan sistem,
Apabila laporan pengembangan sistem
Tersebut layak untuk dilaksanakan.

Studi kelayakan dilakukan untuk :
1.Memahami operasi sistem yang lama secara lebih rinci.
2.Menentukan masalah yang menjadi penyebab sehingga sistem lama/berjalan belum dapat mencapai sasaran.
3.Menentukan kebutuhan-kebutuhan informasi pemakai sistem.
4.Mengembangkan logika model dari sistem yang diusulkan.
5.Mengembangkan dan mengevaluasi alternatif pemecahan masalah.
6.Memutuskan alternatif pemecahan masalah dengan baik.
Kegiatan yang dilakukan :
·         Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil studi awal.
·         Menentukan alternatif-alternatif pemecahan dari permasalahan yang terjadi secara baik dan tepat.
·         Mempersiapkan dan melakukan investigasi dengan survei , wawancara, kuisioner.
·         Mempelajari kembali struktur organisasi dan aliran informasinya.
* Membuat analisis biaya dan manfaat.

Produk akhir kegiatan studi
Kelayakan antara lain :
Laporan studi kelayakan yang disampaikan kepada pihak manajemen yang berisi :
- bagian judul berisi pelaksana, waktu pelaksana dan pemberi rekomendasi.
- bagian isi berisi pendahuluan, rekomendasi, analisis sistem berjalan, kebutuhan sistem baru/usulan, prosedur sistem baru/usulan, alternatif pemecahan masalah, rencana pengembangan dan biaya.
Rencana kerja yang akan dilakukan di dalam pelaksanaan pengembangan sistem.
Menyiapkan kertas kerja dan dokumen-dokumen untuk melaksanakan kegiatan pada tahap berikutnya.
2. Tahap analisis.
Tujuan tahap ini adalah :
·         Memberi pelayanan kebutuhan informasi kepada pimpinan dalam melaksanakan kegiatan operasional.
·         Membantu para pengambil keputusan mendapatkan bahan perbandingan sebagai tolok ukur terhadap hasil yang telah dicapai.
·         Mengevaluasi bentuk sistem yang lama, baik proses pengolahan datanya maupun pembuatan  laporannya.
·          Merumuskan tujuan-tujuan yang ingin dicapai serta menyusun rencana pengembangan sistem dan langkah penerapannya.
Langkah-langkah dasarnya :
·         Mengidentifikasi masalah  pada sistem yang lama/berjalan.
·         Memahami kerja dari sistem yang lama/berjalan.
·         Menganalisis sistem yang lama/berjalan.
* Membuat laporan hasil analisis sistem yang lama/berjalan.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan
Tahap ini :
Membahas sistem yang berjalan/lama.
Tujuannya : untuk mempertegas
Bentuk logika sistem lama/berjalan
Secara konsepsional sebagai bahan
Acuan untuk menyusun rancangan
Sistem baru/usulan.
B. Pengembangan sistem
Kegiatannya : mengumpulkan data
Awal, menyusun dan
Mengklasifikasikan data awal
Serta meninterprestasikan dan
Evaluasi data awal.
Hasilnya : suatu rekomendasi dari
Sistem lama/berjalan yang dapat
Dijadikan acuan untuk penyusunan
Sistem baru/usulan.
 Menentukan kebutuhan sistem yang baru/berjalan.
Tujuannya : mengklasifikasikan
Hasil rekomendasi dari sistem
Yang lama/berjalan untuk
Dijadikan bahan perbandingan
Antara sistem lama/berjalan
Dengan sistem baru/usulan.
B. Pengembangan sistem
Kegiatannya : menentukan
Kebutuhan perangkat lunak,
Kebutuhan perangkat keras,
Menyusun staf pelaksana yang
Terlibat serta menyusun dana
Anggaran untuk implementasi
Sistem.
Hasilnya : suatu pernyataan taktis dan
Akurat yang berisi informasi tentang apa
Saja yang dibutuhkan oleh sistem baru yang
Akan dirancang.

Merancang sistem yang baru/usulan.
Tujuannya : menggambarkan
Serta mewujudkan logika sistem
Yang akan dirancang dengan
Menggunakan alat-alat analisis
Terstruktur dalam bentuk maket
Program secara struktural.
B. Pengembangan sistem
Kegiatannya : memilih alternatif
Yang tepat dari alat-alat analisis
Terstruktur yang akan
Digunakan serta
Menginterprestasikannya dalam
Rancangan yang lain.
Hasilnya : suatu laporan yang berisi
Gambaran sistem baru/usulan yang
Akan dirancang secara struktural
Dan aktual.
B. Pengembangan sistem
Produk akhir tahap ini adalah
Menghasilkan laporan yang dapat
Menggambarkan sistem lama yang
Telah dipelajari dan masalahnya
Serta rancangan sistem
Baru/usulan yang akan
Dikembangkan.

3. Tahap perancangan.

- tujuannya : untuk memenuhi
Kebutuhan pemakai sistem
Mengenai gambaran yang jelas
Rancangan sistem yang akan
Dibuat serta diimplementasikan.
Tahap ini dapat dibagi menjadi dua
Yaitu perancangan secara umum dan
Perancangan secara detail.

Hal-hal penting yang perlu
Diperhatikan pada tahap ini :
Integrasi.
Pemakai sistem/user.
Tantangan persaingan.
Kualitas dan kegunaan informasi.
Kebutuhan-kebutuhan sistem.
Kebutuhan-kebutuhan pengolahan data.
Faktor-faktor organisasi.
Faktor-faktor manusia.
Kebutuhan biaya efektifitas.
Kebutuhan-kebutuhan kelayakan
Kegiatan yang dilakukan pada

Tahap perancangan antara lain :
Membuat rancangan sistem dan spesifikasi teknis.

Tujuannya : untuk melengkapi
Rancangan struktural sistem usulan
Dan sarana pendukung sistem yang
Nantinya akan diwujudkan dalam
Bentuk teknis.
Kegiatannya : merancang bentuk
Masukan/input dan keluaran /
Output serta konfigurasi
Komputer.
Hasilnya : suatu acuan teknis dari bentuk keluaran maupun bentuk masukan yang akan diwujudkan dalam bentuk dokumen dasar serta spesifikasi perangkat keras.

Membuat program-program.
Tujuannya :
Merancang spesifikasi software
Untuk membantu proses
Pengolahan data pada sistem
Baru/usulan.
Kegiatannya : menyiapkan data awal /
Spesifikasi file, coding, program, dan
Test program serta pembuatan
Dokumentasi program.
B. Pengembangan sistem
Hasilnya :
Suatu bentuk rekayasa
Software program yang dapat
Membantu serta mendukung
Fungsi operasi dari sistem yang
Akan dirancang dan diusulkan.
Training pemakai sistem/user.
Tujuannya : untuk memberikan
Pedoman serta mengoptimalkan
Sumber daya manusia yang
Terlibat langsung di dalam
Operasional dari sistem yang
Akan diusulkan
Kegiatannya : menyiapkan materi
Training tentang sistem yang
Diusulkan, melaksanakan penyuluhan
Sistem secara teoritis serta membuat
Buku petunjuk pengoperasian sistem.
Hasilnya : petunjuk pelaksanaan
Sistem baru/usulan serta
Pendayagunaan  tenaga pelaksana
Yang berkualitas.
Merencanakan konfigurasi komputer.

Produk akhir tahap perancangan :
Menghasilkan suatu laporan yang
Berisi tentang spesifikasi teknis dari
Bentuk keluaran dan masukan,
Perangkat lunak dan keras yang akan
Berfungsi sebagai sarana pengolah
Data dan sekaligus penyaji informasi
Yang dibutuhkan.

Spesifikasi rancangan sistem
Usulan :
Komponen sistem informasi yang
Dirancang bertujuan untuk
Dikomunikasikan kepada pemakai
Sistem.
Komponen tersebut antara lain :
Gambaran singkat sistem baru.
Deskripsi dan prosedur sistem baru.
Rancangan file.
Rancangan program.
Rancangan masukan.
Rancangan keluaran.
4. Tahap implemntasi.
Tujuannya :
Untuk mengkaji mengenai rangkaian sistem, baik software maupun hardware dalam bentuk sistem informasi terpusat.
Untuk melakukan uji coba pada perangkat lunak dan keras sebagai sarana pengolah data dan sekaligus penyaji informasi yang dibutuhkan.
Untuk melakukan penerapan serta peralihan sistem yang lama kepada sistem yang baru sebagai  keputusan akhir dari pengembangan sistem.
Kegiatan yang dilakukan pada
Tahap implementasi antara lain :
Pemilihan dan pelatihan personil.
Persiapan tempat, instalasi perangkat lunak dan keras.
Pembuatan program dan pengetasan program.
Pengetasan sistem.
Konversi sistem.
Review hasil implementasi dan membuat laporan pengembangan sistem.
Produk akhir tahap implementasi adalah :
* berupa laporan akhir pengembangan sistem yang sudah diterapkan pada suatu organisasi di mana di dalamnya berisi pedoman pengoperasian sistem serta jangka waktu pengoperasian sistem yang akan diimplementasikan.




DEFINISI SISTEM

Definisi sistem :
1. Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau mencapai suatu sasaran tertentu.
Konsep dasar sistem
Komponen-komponen sistem
Klasifikasi sistem
1.Sistem tentu.
- sistem yang kondisi masa depannya dapat diprediksi.
2. Sistem tak tentu.
- sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi.
3. Sistem tertutup
- sistem yang tidak berhubungan/terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
4. Sistem terbuka.
- sistem yang berhubungan/terpengaruh dengan lingkungan luarnya, oleh sebab itu sistem ini memerlukan pengendalian yang baik.
5. Sistem tetap.
- sistem yang hubungannya telah teratur dengan baik, bila salah satu elemennya terdapat kesalahan maka sistem tersebut akan berhenti.
6. Sistem abstrak.
- sistem yang berupa pemikiran/ide-ide yang tidak nampak secara fisik/sistem teologi (sistem ketuhanan)
7. Sistem alamiah.
- sistem yang terjadi melalui proses alam tidak dibuat oleh manusia (sistem perputaran bumi).

Daur hidup sistem
*Fase memahami kebutuhan.
*Fase pengembangan sistem.
*Fase pemasangan sistem.
*Fase pengoperasian sistem.
*Fase sistem menjadi usang.
*Fase memahami kebutuhan

Sebelum segala sesuatunya dilakukan, maka pertama kali yang harus dikenal/dipahami adalah kebutuhan atau masalah yang ada secara tepat.
Masalah atau kebutuhan tersebut muncul karena perkembangan organisasi yang menyebabkan transaksi-transaksi meningkat agar pengembangan sistem dapat berjalan secara efisien dan efektif maka setiap permasalahan yang ada harus didefinisikan dengan jelas dan tepat.
Fase pengembangan sistem
Fase ini merupakan proses yang terdiri atas prosedur-prosedur yang dilaksanakan guna menganalisis kebutuhan yang muncul/ada, kemudian mulai membangun sistem sebagian saja atau seluruhnya guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Fase pemasangan sistem
Merupakan fase peralihan dari fase pengembangan sistem ke fase operasional (atau merupakan langkah akhir dari pengembangan sistem).

Fase pengoperasian sistem
Operasi sistem harus bersifat dinamis menyesuaikan diri dengan pertumbuhan bisnis, perubahan peraturan, kebijaksanaan baru dan perkembangan baru.

Fase sistem menjadi usang
* perubahan-perubahan yang terjadi secara drastis menyebabkan sistem tidak dapat mengikuti perubahan kemudian tidak dapat ditanggulangi dengan perbaikan saja, tetapi secara teknis dan ekonomis layak untuk diganti dengan sistem yang baru.
Pengembangan sistem
Merupakan salah satu fase dari daur hidup sistem yang sangat penting, memerlukan suatu proses yang panjang dan kompleks meliputi penentuan kebutuhan informasi, merancang sistem informasi dan mengoperasikan.Dan membutuhkan dukungan dari semua pihak yang berbeda kemampuannya guna melaksanakan tugas-tugas yang direncanakan.
Membutuhkan seorang analis sistem yang memberikan arah bagi proyek tersebut.
Hasil dari kegiatan analisis sistem dapat menjelaskan tentang :
1. Pengertian yang jelas dari kebutuhan atau masalah yang terjadi pada sistem yang lama/berjalan.
2. Merumuskan jawaban atas masalah yang terjadi.
3. Menguraikan penyelesaian masalah secara jelas.

DAUR HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM

*Fase penyelidikan.
*Fase analisis dan rancangan sistem.
*Fase rancangan secara detail dan penerapannya.
*Fase pemasangan sistem.
*Fase review.

Fase penyelidikan
Fase ini bermanfaat untuk menentukan masalah-masalah atau kebutuhan yang menentukan perlu atau tidaknya pengembangan sistem.
Para pemakai sistem perlu memberikan masukan kepada analis sistem, jika ternyata sistem baru layak dibutuhkan maka studi kelayakan bisa dilakukan.
Fase analisis dan rancangan sistem
Untuk mendefinisikan sistem yang sedang berjalan.
Prosedur-prosedur didokumentasikan menurut pandangan pemakai, memahami problem-problemnya dan menentukan usulan penyempurnaannya.

Fase rancangan secara detail dan penerapannya
Pada fase ini sebagian besar kegiatannya berorientasi ke komputer dilaksanakan seperti spesifikasi perangkat keras dan lunak, pembuatan program, testing program, pelatihan bagi pemakai sistem, partisipasi pemakai sistem dan test sistem secara menyeluruh, bila pemakai sistem telah puas maka analis sistem meminta persetujuan komite pengarah untuk melaksanakan tahap penerapan sistem.

Fase pemasangan sistem
Fase ini berguna untuk menguji keserasian dalam konveri/peralihan sistem dari sistem yang lama/sedang berjalan ke sistem yang baru.
Fase review
Bertujuan untuk menyakinkan apakah sistem baru tersebut telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan apakah mungkin masih dibutuhkan perbaikan/penyempurnaan, hal-hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan informasi dari pemakai sistem.
Ada dua tahap :
Sistem baru diterapkan .
Dan kira-kira 6 bulan setelah sistem baru tersebut dilaksanakan.
Metodologi pengembangan sistem
Metodologi adalah kesatuan dari metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan serta aturan-aturan yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni, atau disiplin ilmu lainnya.
Metode adalah suatu cara/teknik yang sistematis untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu kegiatan.
3 kelompok metodologi yaitu :
-          Functional decomposition
-          Data oriented.
-          Prescriptive.
Functional decomposition
Metodologi ini lebih menekankan pada pemecahan/penguraian dari sistem ke dalam sub-sub sistem yang lebih kecil agar lebih mudah dipahami, dirancang dan diterapkan
Contohnya : hipo.
Data oriented
Metodologi ini lebih menekankan pada sifat-sifat datanya.
Contohnya : sadt / structure analysis and design technique, ssad / structure system analysis and design.
Prescriptive methodologies
Metodologi ini lebih menekankan pada proses pengembangan sistemnya.
Contohnya : chapin’s approach, dbo / design by objectives.
Konsep dasar informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sumber informasi adalah data.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Data merupakan bentuk jamak dari  bentuk tunggal datum atau data item
Kategori dan jenis informasi
 *Siklus informasi.
*Kualitas informasi.
*Nilai informasi
*Siklus informasi
Sering disebut dengan siklus pengolahan data merupakan perputaran data yang diolah atau diproses yang akan menghasilkan keluaran berupa informasi, informasi tersebut akan menjadi input/data bagi proses berikutnya dan seterusnya kembali lagi terus berputar.
Kualitas informasi
Akurat, artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa menyesatkan.
Tepat waktu, artinya informasi yang datang kepada penerima tidak boleh telambat, bila inf ormasinya terlambat maka informasinya menjadi usang.
Relevan, informasi tersebut mempunyai manfaat bagi yang membutuhkannya.
Nilai informasi
Ada dua hal dalam menentukan nilai suatu informasi :
Manfaat.
Biaya.
Analis sistem
1. Orang yang memiliki kemampuan untuk menggunakan pengetahuan aplikasi komputernya di dalam memecahkan masalah-masalah bisnis, biasanya berada di bawah seorang manager edp.
2. Orang yang bertanggun jawab di dalam menerjemahkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi pemakai sistem ke dalam spesifikasi teknis untuk diterjemahkan dalam bahasa komputer dan diawasi oleh manajemen.
Fungsi analis sistem
Mengidentifikasikan masalah-masalah kebutuhan pemakai sistem.
Menyampaikan secara jelas dan detail sasaran/tujuan yang ingin dicapai oleh pemakai sistem.
Dapat menentukan alternatif pemecahan suatu masalah dengan tepat .
Membuat rencana implementasi sistem.
Tugas umum analis sistem
1.      Mengumpulkan data.
2.      Membuat suatu kesimpulan sistem berjalan/lama.
3.      Membuat suatu sistem usulan/ baru.
4.      Membuat rencana biaya, waktu, tenaga kerja.
5.      Mengontrol kegiatan dalam perancangan sistem baru.
6.      Tugas spesifik/teknik analis sistem
7.      Membuat gambar kerja.
8.      Menyusun aturan kerja (urut-urutan proses).
9.      Membuat gambaran sistem dengan alat-alat analisis terstruktur.
10.  Merancang validasi data.
11.  Menyusun file-file atau database.
12.  Menyusun desain i/o (baik bentuk dokumen maupun bentuk tampilan pada layar).
Kepribadian analis sistem
1.Dapat bekerja sama dalam suatu tim kerja.
2.Dapat berkomunikasi dengan baik, guna menghindari kesalahpahaman.
3.Dapat bersikap dewasa (kendali emosi dan bersifat terbuka).
4,Sopan santun, agar saat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan sistem tidak berkesan sedang melakukan penyelidikan/menyinggung orang yang diwawancarai.
5. Memiliki prinsip yang kuat dan tegas, agar tidak mudah terombang-ambing dalam pengambilan keputusan.
6. Bertindak secara metodik (mengikuti urut-urutan yang telah ditentukan).
7. Akurat dalam menyusun rencana-rencana.
8. Kreatif dalam membuat penyelesaian sistem.
Beberapa keahlian dan pengetahuan analis sistem
1.Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi komputer dan bahasa pemrograman yang cepat berkembang
2.    Pengetahuan tentang bisnis secara umum, karena aplikasi bisnis banyak sekali digunakan, pengetahuan bisnis perlu dimiliki oleh analis sistem untuk dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Pengetahuan bisnis antara laian prinsip akuntansi, akuntansi biaya, akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen, pemasaran, perpajakan, personalia dan aspek-aspek bisnis lainnya
3. Pengetahuan tentang metode kuantitatif, karena d alam pembuatan program dibutuhkan metode kuantitatif seperti pemrograman linier, pemrograman dinamik, regresi, network, pohon keputusan, simulasi dan lain0lainnya.
4. Keahlian pemecahan masalah.
5. Kemampuan untuk berkomunikasi.
6. Keahlian untuk membina hubungan dengan personil lainnya.